Kamis, 08 Juli 2010


Viandraminerva,SAN FRANCISCO - Apple dan Google baru saja merilis versi baru dari sistem operasi mereka, yaitu, iOS 4 dan Android 2.2 atau Froyo. Oleh para analisis, kedua OS ini diadu kemampuannya dalam membaca JavaScript. Lalu, siapa yang menang?

Pengujian dilakukan oleh Ars Technica dengan benchmark V8 dan SunSpider. Dan hasilnya, dalam menjalankan kode JavaScript dalam Web browser Froyo hampir tiga kali lebih cepat dibandingkan iPhone iOs 4.

"Kami membandingkan temuan ini dengan melakukan tes dengan browser Safari mobile Apple pada iPhone 4," jelas Ryan Paul dari Ars, seperti yang dikutip dari lamannya, Kamis (8/7/2010).

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat Android secara signifikan lebih cepat dalam mengeksekusi JavaScript daripada iPhone, mencetak lebih dari tiga kali lebih baik pada V8 dan hampir dua kali lebih cepat pada SunSpider," tambahnya.

Namun demikian, hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Engadget. Dari pengujian mereka, iPhone iOS4 unggul tipis dari Android Froyo. Akan tetapi, dalam pengujian mereka menyematkan Froyo dengan Flash Mobile terbaru versi 10.1.

"Dari lima versi situs desktop yang kita diuji untuk membuka, tiga dari situs tersebut , BBC News, gdgt dan The Onion, iPhone 4 konsisten sekitar dua sampai tiga detik lebih cepat , dan Nexus One (Froyo) sekitar 1 sampai 2 detik lebih cepat saat membuka New York Times," kata analsisi Engadget.

Kesimpulan dari statistik ini menunjukkan bahwa Froyo dapat secara signifikan lebih cepat ketimbang iOS 4, tanpa Flash.

Rabu, 07 Juli 2010


JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi dan multimedia, PT Skybee Tbk (SKYB) menargetkan produksi dan penjualan telepon seluler perseroan akan mencapai 600.000 unit pada tahun ini.

"Total penjualan kita targetkan sebesar 600 ribu unit pada 2010 ini," kata Direktur Utama Skybee Kendro Hendra, di sela acara pencatatan perdana saham perseroan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (7/7/2010).

Perseroan mengincar pengguna ponsel kelas menengah ke bawah dalam pemasaran produknya. Dengan harga jual berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta per unit, perseroan optimistis mampu menjual ponsel sebanyak itu.

Dia menjelaskan, jika pasar handphone di Indonesia adalah sebesar 35 juta hingga 40 juta, 74 persennya merupakan pangsa potensial untuk handhone segmen menengah ke bawah.

"Sebanyak 74 persen pengguna ponsel Indonesia membeli ponsel yang harganya di bawah Rp1,5 juta. Kami yakin Skybee mampu masuk ke segmen tersebut," ujarnya.

Dia manambahkan, ponsel Skybee dirakit dan diproduksi di China. Namun, software dan desain merupakan milik perseroan. Dengan begitu, Kendro mengatakan jauh lebih efisien dibanding membangun fasilitas produksi sendiri.

Hingga akhir 2010, Skybeeer menargetkan pendapatan sebesar Rp700 miliar, naik 142,32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp288,87 miliar. Laba bersihnya diperkirakan tumbuh 405,8-465,31 persen menjadi Rp17-19 miliar dibanding Rp3,361 miliar di 2009. Sebanyak 80 persen dari target tersebut akan dikontribusikan dari bisnis voucher dan telcolink, sisanya dari layanan content dan multimedia.

WASHINGTON - Bluetooth Special Interest Group (SIG) akhirnya memberikan izin untuk adopsi formal Bluetooth Core Specification versi 4.0 yang memungkinkan penghematan energi perangkat.

Bluetooth 4.0 sendiri secara resmi telah diumumkan pada April lalu. Namun kali ini SIG menambahkan kemampuan baru untuk masalah teknologi baterai perangkat. Menurut SIG, Bluetooth 4.0 ini memungkinkan perangkat untuk beroperasi hanya dengan sebuah baterai koin dan dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

"Rincian mengenai spesifikasi tersebut dapat di-download dari situs resmi SIG. Namun SIG juga memosting rincian tambahan terhadap teknologi Bluetooth berdaya rendah ke Web," tulis keterangan resmi SIG, seperti dikutip melalui Yahoo News, Rabu (7/7/2010).

SIG menggambarkan bagaimana penambahan daya rendah menggunakan paket data yang sangat singkat (minimal 8 oktet sampai dengan maksimum 27 oktet) yang ditransfer pada satu megabit per second, menggunakan sebuah teknologi yang dapat memaksimalkan waktu mereka tanpa menggunakan baterai baru.

Spesifikasi ini juga menempatkan beban yang lebih besar pada potongan kecil controller logic ketimbang seluruh perangkat host, untuk menentukan kapan seluruh sistem perlu dibangun.

Selain itu, peningkatan indeks modulasi sebenarnya telah meningkatkan jangkauan efektif dari 30 kaki atau lebih, hingga 200 meter. Spesifikasi rendah daya memberlakukan 24-bit pemeriksaan redundansi (CRC) pada semua paket, dirancang untuk menganalisa data rusak. Enkripsi AES-128 juga digunakan.

SIG telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka mengharapkan perangkat Bluetooth 4.0 pertama akan muncul pada akhir tahun atau pada awal tahun 2011